Saturday, April 25, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaLebakKeren! Tradisi Dzikir Kipas Bambu di Lebak Bertahan Hampir 70 Tahun

Keren! Tradisi Dzikir Kipas Bambu di Lebak Bertahan Hampir 70 Tahun

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

LEBAK, INST-Media.id – Di tengah arus modernisasi, warga Kampung Cikunting, Desa Cibungur, Kecamatan Cigemblong, Lebak, tetap setia melestarikan tradisi dzikir kipas bambu yang sudah ada sejak tahun 1955. Tradisi unik ini menjadi cara mereka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Ratusan warga dari berbagai usia berkumpul di balai desa, duduk rapi, dan melantunkan dzikir dari kitab Al-Barzanji sambil mengayunkan kipas dari anyaman bambu. Gerakan kipas yang serempak membuat suasana semakin sakral, seolah-olah menghadirkan harmoni antara lantunan dzikir dan gerak tubuh.

Setelah dzikir selesai, warga memberikan saweran berupa uang, permen, makanan ringan hingga hasil bumi kepada peserta dzikir sebagai bentuk rasa syukur. Tradisi ini bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Ahmad, salah satu tokoh masyarakat, mengatakan tradisi ini diwariskan turun-temurun dari para sesepuh. “Tradisi ini sudah ada sejak sekitar tahun 1955. Selain sebagai bentuk cinta kepada Nabi, ini juga menjadi pengikat kebersamaan warga,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Ace, warga lainnya, menyebutkan bahwa dulu dzikir kipas bambu digelar di delapan kampung, namun kini hanya tersisa di dua kampung: Cikunting dan Cilangkahan. “Kami akan terus menjaga tradisi ini agar tidak hilang dimakan zaman,” katanya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Tradisi dzikir kipas bambu menjadi bukti bahwa modernisasi boleh berkembang, tapi kearifan lokal tetap harus dijaga sebagai identitas budaya masyarakat Lebak. *(RED)

 

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular