CILEGON, INST-Media.id – Penguatan industri baja nasional terus menjadi perhatian pemerintah dan DPR RI. Hal itu terlihat dari kunjungan kerja Komisi VI DPR RI bersama Danantara Asset Management dan Badan Pengaturan BUMN ke fasilitas produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Kamis (12/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung perkembangan operasional perusahaan sekaligus melihat progres revitalisasi fasilitas produksi sebagai bagian dari transformasi bisnis Krakatau Steel.
Wakil Ketua DPR RI Nurdin Halid mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan industri baja nasional serta menjalankan fungsi pengawasan DPR RI setelah Rapat Dengar Pendapat dengan Krakatau Steel pada Februari lalu.
“Komisi VI DPR RI akan terus mengawal kinerja Perseroan agar semakin kuat dan mampu menjadi tulang punggung industri baja nasional,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah restrukturisasi dan transformasi perusahaan yang dinilai berhasil sepanjang 2025 hingga 2026. Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan program pembangunan industri strategis nasional dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menjelaskan perusahaan mendapat dukungan pembiayaan dari Danantara melalui fasilitas Pinjaman Pemegang Saham (Shareholder Loan/SHL) sebesar Rp4,93 triliun.
Hingga minggu pertama Maret 2026, dana yang telah ditarik mencapai Rp4,367 triliun dan sebagian besar digunakan untuk pembelian bahan baku produksi sekitar 477 ribu ton guna memperkuat operasional pabrik.
“Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri baja nasional yang lebih tangguh, efisien, dan berdaya saing global,” kata Akbar Djohan.
Perusahaan yang berdiri sejak 1970 ini juga terus menjalankan program transformasi KS Reborn untuk memperkuat tata kelola, pengembangan bisnis hilir, serta optimalisasi sektor infrastruktur dan logistik. *(RED)



