CILEGON, INST-Media.id – Puluhan siswa SMKN 1 Kota Cilegon mendapat pembekalan mengenai pentingnya melawan hoaks dan menyaring informasi secara bijak melalui kegiatan Jurnalis Mengajar yang digagas Jurnalis Peduli Cilegon (JPC), Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Cilegon. Dalam kegiatan itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai peran jurnalistik dalam menyampaikan informasi yang akurat serta pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Kepala SMKN 1 Kota Cilegon, Widodo, mengapresiasi pelaksanaan program Jurnalis Mengajar dan berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah wawasan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Anak-anak harus belajar bagaimana membedakan informasi yang benar dan hoaks. Melalui jurnalistik, siswa bisa belajar berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial,” ujar Widodo.
Menurutnya, kemampuan memahami informasi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di era digital saat ini.
Sementara itu, Ketua Jurnalis Peduli Cilegon (JPC), Alwan, mengatakan program Jurnalis Mengajar bertujuan meningkatkan literasi media sekaligus mengenalkan profesi jurnalistik kepada pelajar.
“Kami ingin siswa memahami bahwa informasi tidak boleh langsung dipercaya begitu saja. Harus ada proses cek dan ricek. Jurnalisme mengajarkan kejujuran, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi,” kata Alwan.
Ia berharap para siswa mampu menjadi generasi yang cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong yang beredar di media sosial.
Melalui kegiatan ini, siswa SMKN 1 Kota Cilegon diharapkan semakin memahami pentingnya literasi digital dan mampu menjadi agen penyebar informasi yang positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. *(RED)



