CILEGON, INST-Media.id – Seorang anak bernama Muhammad Ezra Hermawan asal Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, mengalami luka bakar hingga 30 persen setelah diduga terkena ledakan bom molotov yang dimainkan sejumlah temannya. Hingga kini, keluarga korban mengaku belum menerima perhatian langsung dari pemerintah daerah terkait musibah yang dialami anak tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/5/2026) di kawasan Jalan Rambutan, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil. Saat itu, Ezra sedang bermain bersama teman-temannya sebelum beberapa anak lain datang membawa botol berisi bensin yang diduga dirakit menjadi bom molotov.
“Saya cuma lihat pas mereka bikin, tapi nggak tahu mau bikin apa. Tiba-tiba mereka datang bawa botol itu. Terus dibakar sama mereka,” kata Ezra.
Menurut Ezra, salah satu anak yang memegang botol tersebut panik setelah api mengenai tangannya.
“Pas dibakar kena tangannya, terus langsung dilempar. Jatuhnya dekat saya. Habis itu meledak,” ujarnya.
Akibat ledakan tersebut, api menyambar tubuh korban hingga menyebabkan luka bakar serius, terutama pada bagian kaki kiri. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Kurnia Cilegon untuk mendapatkan perawatan.
Ayah korban, Asep, mengatakan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan anaknya mengalami luka bakar sekitar 30 persen.
“Yang paling parah di bagian kaki sebelah kiri, meskipun ada juga luka di bagian lainnya,” katanya.
Asep mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian setelah upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil.
“Saya berharap Pemkot Cilegon bisa lebih peka terhadap warganya yang sedang mengalami musibah. Ini juga tentang perlindungan terhadap anak-anak agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian. *(RED)



