LEBAK, INST-Media.id – Dalam suasana penuh ketenangan dan haru, umat Buddha di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menyambut Hari Tri Suci Waisak 2025 dengan cara yang unik dan penuh makna, melepas ratusan ikan dan burung ke Sungai Ciujung.
Tradisi ini disebut Fangshen, sebuah ajaran luhur yang mengajarkan pentingnya memberi kebebasan pada makhluk hidup. Ritual dimulai dengan pembacaan doa dan Paritta di Vihara Ananda Avalokitesvara, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan hewan ke habitat aslinya.

“Fangshen bukan hanya sekadar tradisi, tapi bentuk kasih sayang dan kepedulian kita pada semua makhluk,” ujar Khiatkun, salah satu pengurus vihara, Senin (12/5/2025).
Ia menambahkan, hewan-hewan yang dilepas dibeli dari pedagang agar bisa kembali hidup bebas.
Ritual ini menjadi pengingat akan nilai-nilai utama dalam ajaran Buddha, menghormati kehidupan, menebar welas asih, dan menjauhi kekerasan terhadap makhluk hidup.
Selain menjadi momen spiritual, kegiatan ini juga menarik perhatian warga sekitar yang ikut menyaksikan pelepasan hewan ke alam bebas. Suasana damai dan khidmat terasa menyelimuti tepian Sungai Ciujung.
Hari Waisak sendiri diperingati sebagai hari kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha. Melalui Fangshen, umat Buddha berharap semua makhluk dapat terbebas dari penderitaan dan mencapai kebahagiaan sejati. *(RED)



