CILEGON, INST-Media.id – Muhamad Mardiono menerima penghargaan Satria Setia Bhakti dari Al-Khairiyah atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan pendidikan. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon, Banten, Sabtu (17/10/2026).
Penghargaan diserahkan langsung oleh KH Ali Mujahidin, cucu Brigjen KH Syam’un yang merupakan pendiri Al-Khairiyah.
Pemberian penghargaan menjadi bentuk apresiasi Al-Khairiyah atas perhatian dan dukungan Mardiono terhadap berbagai kegiatan serta pengembangan yayasan, khususnya di bidang pendidikan.
Mardiono menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan. Ia berharap Muktamar XI Al-Khairiyah dapat menjadi momentum untuk memperkuat tradisi musyawarah dan kedewasaan dalam kehidupan organisasi.
“Saya berharap Muktamar XI Al-Khairiyah dapat menjadi contoh bagaimana tradisi musyawarah, kedewasaan dalam berbeda pendapat, dan orientasi terhadap kemaslahatan bersama terus dijaga dalam kehidupan organisasi,” ujar Mardiono.
Al-Khairiyah didirikan Brigjen KH Syam’un pada 5 Mei 1925 di Citangkil, Cilegon. Selama hampir satu abad, organisasi tersebut menjalankan kiprah di bidang pendidikan, dakwah dan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Mardiono juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai elemen bangsa dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan adalah agenda nasional yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen bangsa, termasuk lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, pesantren, dan organisasi Islam seperti Al-Khairiyah,” katanya.
Menurut Mardiono, keterlibatan lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan diperlukan agar agenda ketahanan pangan dapat didukung secara luas.
Ia berharap Al-Khairiyah terus mempertahankan kiprahnya dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial serta mengambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.
Penghargaan Satria Setia Bhakti tersebut menjadi bagian dari rangkaian Muktamar XI Al-Khairiyah sekaligus bentuk penghormatan atas kontribusi Mardiono terhadap pengembangan pendidikan dan kegiatan kemasyarakatan. *(RED)



