MERAK, INST-Media.id – Volume pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, meningkat pesat pada H-6 menjelang Perayaan Natal 2024. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan panjang hingga meluber keluar area pelabuhan.
Antrean kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera di Pelabuhan Merak terlihat membludak, terutama kendaraan truk ekspedisi yang membawa logistik dan bus yang memenuhi setiap kantung parkir dermaga. Penumpukan kendaraan ini dipengaruhi oleh lonjakan calon pengguna jasa serta cuaca yang tidak menentu, yang mengganggu operasional bongkar muat kapal.
Seorang sopir truk mengungkapkan pengalamannya terjebak dalam kemacetan yang membuatnya harus menunggu cukup lama sebelum bisa masuk ke dalam kapal. “Saya harus menunggu berjam-jam karena antrean panjang. Cuaca buruk juga membuat proses bongkar muat kapal jadi lebih lambat,” kata sopir tersebut.
Sementara itu, Adit, salah satu calon pengguna jasa yang hendak menyeberang ke Sumatera, mengungkapkan pengalamannya. “Antrean sangat panjang, saya sudah menunggu sekitar dua jam untuk bisa naik kapal. Ini memang sudah menjadi rutinitas setiap tahun, tapi tetap saja memakan waktu lama,” ujarnya.
Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, hingga saat ini tercatat sebanyak 26.865 orang dan 7.140 kendaraan yang telah berhasil diseberangkan ke Pulau Sumatera. Di pelabuhan ini, terdapat 7 dermaga yang beroperasi dengan total 24 unit kapal Roro yang siap melayani para penumpang dan kendaraan yang ingin menyeberang.
Pihak ASDP menambahkan bahwa kendati kondisi cuaca yang kadang tidak menentu, mereka berkomitmen untuk memastikan kelancaran operasional di pelabuhan Merak. Namun, dengan volume kendaraan yang meningkat, pihaknya mengimbau agar para pengguna jasa lebih sabar dan mempersiapkan waktu lebih awal untuk menghindari keterlambatan.
Sementara itu, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu tantangan terbesar dalam peningkatan volume pengguna jasa, yang berimbas pada operasional kapal dan penumpukan kendaraan. Hal ini juga mempengaruhi kecepatan proses bongkar muat kapal, yang membuat antrean semakin panjang.
Dengan meningkatnya jumlah penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang, pihak pelabuhan dan otoritas terkait terus berupaya untuk mengatur lalu lintas dan memastikan kelancaran perjalanan. Para penumpang diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru terkait kondisi cuaca dan jadwal kapal.
Seiring dengan terus meningkatnya jumlah kendaraan dan penumpang yang memanfaatkan jasa penyeberangan ini, diharapkan semua pihak tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan para pengguna jasa selama periode liburan Natal dan Tahun Baru 2024. *(Red)



