SERANG, INST-Media.id – Pasar Induk Rau di Kota Serang tampak penuh menjelang tahun ajaran baru. Suasana ramai, pembeli datang silih berganti mencari perlengkapan sekolah, terutama seragam. Namun di balik keramaian itu, para pedagang justru mengeluh karena keuntungan yang didapat tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.
“Kelihatannya aja rame, tapi yang beli gak sebanyak dulu. Banyak yang cuma lihat-lihat, sisanya beli online,” ujar Atun, salah satu pedagang seragam sekolah di pasar tersebut, Selasa (8/7/2025).
Atun menambahkan, biasanya saat musim sekolah seperti ini ia bisa meraup untung hingga Rp10 juta. Tapi kini, omzetnya menurun hampir separuhnya. Menurutnya, belanja online jadi penyebab utama. “Sekarang seragam juga banyak dijual online, jadi saingannya makin berat,” keluhnya.
Meski begitu, beberapa orang tua siswa tetap memilih belanja langsung ke pasar. Seperti Iin, warga Serang, yang membeli seragam untuk anaknya yang baru masuk SMP. “Kalau beli langsung, bisa dicoba dulu. Kalau online, takutnya gak pas ukurannya,” ungkapnya.
Tren belanja daring memang memberi kemudahan, tapi sekaligus menjadi tantangan berat bagi pedagang pasar konvensional. Mereka berharap bisa ikut bersaing dengan belajar jualan lewat platform digital. *(RED)



