PANDEGLANG, INST-Media.id – Korban banjir di Kabupaten Pandeglang mulai terserang penyakit setelah bertahan tiga hari di pengungsian. Tingginya curah hujan dan meluapnya sungai membuat ratusan warga Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, masih belum bisa kembali ke rumah, Rabu (14/1/2026).
Kondisi banjir di wilayah ini cukup parah. Air setinggi 1,5 hingga 2 meter masih merendam rumah warga. Akibatnya, para pengungsi mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti masuk angin, pusing, hingga gatal-gatal.
Salah satu pengungsi, Jarinah, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar selama di pengungsian.
“Sudah tiga hari di sini, badan mulai sakit. Alas tidur dan selimut juga kurang, apalagi popok bayi sangat dibutuhkan,” ujar Jarinah sambil menggendong bayinya.
Selain minim perlengkapan tidur, bantuan kebutuhan bayi juga sangat terbatas. Kondisi ini membuat bayi dan balita rewel karena kurang nyaman.
Meski daerahnya kerap dilanda banjir, warga mengaku belum mampu pindah ke lokasi yang lebih aman. Faktor ekonomi menjadi alasan utama mereka bertahan di kawasan rawan banjir.
Hingga kini, hujan deras masih mengguyur wilayah Pandeglang. Warga berharap bantuan segera ditambah, terutama perlengkapan kesehatan dan kebutuhan bayi. *(RED)



