CILEGON, INST-Media.id – Ramainya arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak tak selalu membawa berkah. Para porter atau kuli panggul justru mengaku pendapatan mereka menurun drastis.
Di tengah tingginya mobilitas penumpang, jasa angkut barang kini semakin jarang digunakan. Hal ini dipicu oleh tersedianya fasilitas troli gratis dari pengelola pelabuhan serta banyaknya relawan yang membantu pemudik membawa barang tanpa biaya.
Akibatnya, para porter yang biasanya kebanjiran pelanggan saat musim Lebaran kini lebih banyak menunggu tanpa pekerjaan. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada penghasilan harian mereka.
Saehudin, salah satu porter di Pelabuhan Merak, mengungkapkan perbedaan pendapatan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Sekarang jauh berkurang, penumpang lebih pilih troli atau dibantu relawan,” katanya, Jumat (27/3/2026).
Ia menyebut, pada Lebaran tahun lalu dirinya bisa meraup penghasilan hingga Rp500 ribu sampai Rp1 juta dalam sehari. Namun saat ini, pendapatan yang diperoleh hanya berkisar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per sekali angkut, tergantung jarak dan kesepakatan dengan penumpang.
Meski arus mudik dan balik tahun ini tergolong ramai, perubahan fasilitas dan layanan di pelabuhan membuat peran porter semakin tergeser.
Para porter berharap tetap ada perhatian dari pihak terkait agar mereka bisa tetap mendapatkan penghasilan di tengah perubahan sistem layanan di Pelabuhan Merak. *(RED)



