CILEGON, INST-Media.id – Menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Cilegon mulai bergerak cepat untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah penting untuk mengantisipasi inflasi.
Robinsar menyampaikan hal itu saat membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Setda II Kota Cilegon, Selasa (18/11/2025).
“Kami akan turun langsung ke pasar untuk memastikan stok pangan aman dan harga tetap terjangkau,” ujar Robinsar.
Menurut Robinsar, cabai masih menjadi komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi di tahun ini. Tahun depan, bawang diprediksi ikut menyumbang kenaikan harga.
“Secara nasional emas jadi penyumbang inflasi terbesar. Di Cilegon, cabai masih dominan, dan tahun depan bawang bisa ikut naik,” jelasnya.
Untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, Pemkot Cilegon mendorong masyarakat, PKK, hingga ASN untuk ikut menanam cabai di lingkungan masing-masing.
Robinsar juga menyampaikan bahwa inflasi Kota Cilegon cukup terkendali. Pada Oktober 2025, inflasi tercatat hanya 2,57 persen — lebih rendah dari inflasi Provinsi Banten yang mencapai 2,75 persen.
Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Banten, Rawindra Ardiansyah, mengapresiasi keseriusan Pemkot Cilegon dalam menjaga stabilitas harga, terutama menjelang momen libur akhir tahun.
“Kehadiran kepala daerah menunjukkan komitmen yang kuat. Fokus kita adalah memastikan stok aman, harga terjangkau, dan pasokan tetap stabil,” ujarnya.
Robinsar menegaskan bahwa semua program pengendalian inflasi akan terus dioptimalkan hingga akhir tahun.
“Kami ingin harga tetap stabil dan ketahanan pangan terus terjaga,” katanya. *(RED)



