PANDEGLANG, INST-Media.id – Cuaca ekstrem yang melanda Selat Sunda membawa dampak serius bagi kehidupan nelayan di Pandeglang. Sudah berhari-hari mereka tidak melaut, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.
Di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, nelayan hanya bisa menunggu di darat. Gelombang laut setinggi empat hingga lima meter membuat laut menjadi ancaman.
“Kalau dipaksakan, nyawa taruhannya,” ujar Darsono.
Tidak melaut berarti tidak ada pemasukan. Untuk mencukupi kebutuhan, sebagian nelayan terpaksa berutang ke tetangga atau bank keliling.
Kondisi ini juga memukul pedagang ikan. Minimnya pasokan membuat harga ikan melonjak, dan pembeli mulai mengeluh.
“Pasokan susah, harga ikut naik,” kata Enok.
Nelayan berharap perhatian pemerintah dan informasi cuaca yang lebih akurat agar mereka bisa bersiap menghadapi cuaca ekstrem ke depan. *(RED)



