PANDEGLANG, INST-Media.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pandeglang selama dua hari terakhir menyebabkan akses jalan Patia–Pagelaran terputus total. Banjir akibat luapan Sungai Cilemer memaksa warga menggunakan perahu sebagai alat transportasi.
Genangan air menutup badan jalan sehingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas. Untuk tetap beraktivitas, warga memanfaatkan perahu kayu dan motor roda tiga sebagai alternatif transportasi.
Jumar, warga Kecamatan Patia, mengungkapkan warga harus merogoh kocek Rp15 ribu untuk sekali menyeberang menggunakan perahu.
“Kondisi ini cukup menyulitkan, tapi mau tidak mau harus dilalui,” katanya.
Selain mengganggu aktivitas harian, banjir juga berdampak pada perekonomian warga. Distribusi hasil pertanian menjadi terhambat karena akses utama tidak bisa digunakan.
Meluasnya banjir akibat tingginya intensitas hujan membuat ribuan warga di Kecamatan Patia terisolir. Hingga kini, warga masih berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah agar akses jalan kembali normal dan aktivitas masyarakat bisa berjalan seperti biasa. *(RED)



