CILEGON, INST-Media.id – Pemerintah Kota Cilegon bergerak cepat melakukan penanganan darurat pascabanjir dengan membangun tembok penahan tanah (TPT) sementara di sejumlah titik terdampak.
Salah satu lokasi prioritas berada di Perumnas Praja Mandiri, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, yang mengalami tiga titik TPT jebol saat banjir.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan penanganan darurat dilakukan sambil menunggu kondisi alam memungkinkan perbaikan permanen.
“Apa yang bisa kami lakukan hari ini, kami lakukan. Karena kondisi alam belum memungkinkan, kami optimalkan penanganan sementara,” ujar Robinsar, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, TPT darurat dibangun menggunakan pasir karung, bambu, dan batu untuk menahan aliran air.
“Ini penanganan sementara, nanti jika air sudah surut, perbaikan permanen akan dilakukan,” katanya.
Robinsar menyebut terdapat delapan titik TPT jebol akibat banjir, dengan tujuh titik berada di wilayah Cibeber.
“Seluruh wilayah yang terdampak kerusakan infrastruktur akan segera kami tangani,” tegasnya.
Kepala Dinas PUTR Kota Cilegon, Dendi Rudiatna, menambahkan perbaikan dilakukan dengan menanam bambu sedalam empat meter sebagai pondasi sementara.
“Setelah bambu ditanam, kami perkuat dengan batu dan karung pasir agar lebih kokoh,” jelasnya.
Perbaikan TPT darurat ditargetkan selesai dalam tiga hari. *(RED)



