LEBAK, INST-Media.id – Memasuki pertengahan Ramadan, warga di Kabupaten Lebak, Banten, menggelar tradisi Ngupat dengan membuat ketupat yang kemudian dibagikan kepada tetangga dan dibawa ke masjid.
Tradisi turun-temurun ini salah satunya dilakukan warga di Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung. Sejak pagi hari, warga mulai menyiapkan cangkang ketupat dari daun kelapa sebelum diisi beras.
Ketupat kemudian direbus menggunakan wajan besar di atas tungku tradisional selama sekitar lima jam hingga matang sempurna.
Su’edah, salah seorang warga, mengatakan tradisi Ngupat selalu dilakukan setiap Ramadan sebagai bagian dari peringatan qunutan.
“Biasanya hari ke-14 kami membuat cangkang ketupat, lalu hari ke-15 mulai dimasukkan beras dan direbus sampai matang,” kata Su’edah, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, setelah ketupat matang sebagian dibagikan kepada tetangga, sementara sebagian lainnya dibawa ke masjid untuk didoakan bersama setelah salat tarawih.
Ketupat tersebut biasanya disajikan bersama sayur, sambal, dan bumbu kacang yang menjadi hidangan khas saat tradisi Ngupat berlangsung.
Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga menjadi momen mempererat kebersamaan antarwarga selama bulan suci Ramadan. *(RED)



