SERANG, INST-Media.id – Seorang remaja berusia 15 tahun dilaporkan hilang setelah terseret ombak besar di Pantai Wirton, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (29/12/2024). Korban yang diketahui bernama Zaki, warga Perum Griya Asri, Kramatwatu, tenggelam saat berenang bersama tiga rekannya.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Menurut Ketua Balawista Kabupaten Serang, Sahruddin, saat kejadian, korban dan teman-temannya berenang di pantai tersebut. “Ada ombak besar yang tiba-tiba menerjang mereka. Tiga orang berhasil diselamatkan, tetapi Zaki terseret ke tengah laut dan belum ditemukan,” ujar Sahruddin saat ditemui di lokasi.
Pantai Wirton diketahui tidak memiliki petugas keselamatan resmi. Sahruddin mengungkapkan pihaknya sudah berkali-kali mengimbau pengelola wisata untuk menyediakan tenaga keselamatan, namun imbauan tersebut diabaikan. “Kami sudah memperingatkan pentingnya keselamatan wisata tirta, tetapi pantai ini belum juga bekerja sama dengan kami,” tegasnya.
Petugas Balawista yang sedang berjaga di pantai terdekat langsung menuju lokasi begitu mendapat laporan. Mereka berhasil menyelamatkan dua rekan Zaki, namun korban utama tidak dapat dijangkau. “Kalau bukan karena petugas dari pantai Lalita, mungkin lebih dari satu korban yang terseret,” tambahnya.
Tim gabungan dari Balawista, Basarnas Banten, dan masyarakat sekitar terus berupaya mencari korban. Saat ini, pencarian dilakukan dengan penyisiran di sepanjang pantai. Sahruddin menjelaskan, “Kami tidak melakukan pencarian di laut pada malam hari karena khawatir korban yang terseret ke pantai bisa kembali ke laut jika tidak terpantau.”
Proses pencarian juga melibatkan alat pendukung seperti perahu karet, motor tempel, dan drone thermal untuk pemantauan dari udara. Al Amrad dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengatakan tim akan terus bekerja hingga korban ditemukan.
Sahruddin, menjelaskan bahwa timnya segera dikerahkan setelah mendapatkan laporan pukul 16.30 WIB. “Kami melakukan pencarian dengan menyisir garis pantai menggunakan metode patroli bergilir hingga malam hari, ada 26 personel dibantu Balawista Pandeglang. Penyisiran terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus ke tepi pantai,” ujarnya.
Sahruddin juga menambahkan, saat kejadian, kondisi laut sedang pasang, yang memperparah situasi. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanda-tanda keberadaan korban, namun pencarian akan dilanjutkan hingga pagi hari. “Kami mengatur jadwal patroli setiap dua jam untuk memastikan pencarian berjalan maksimal,” tambahnya.
Sahruddin mengimbau wisatawan untuk selalu memastikan ada petugas keselamatan di lokasi wisata yang mereka kunjungi. “Jangan ambil risiko jika tidak ada petugas keselamatan. Jika terjadi sesuatu, bantuan akan sangat terbatas,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Tim pencarian akan melanjutkan upaya mereka pada pagi hari untuk memaksimalkan hasil. *(UJG/RED)



