LEBAK, INST-Media.id – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi M. Deni (38), warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, yang tertimbun longsor saat menggali sumur, Minggu (11/10/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses evakuasi berlangsung sekitar 12,5 jam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB saat korban bekerja di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter. Dinding tanah sumur tiba-tiba runtuh hingga material longsoran menimbun korban.
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten sekitar pukul 08.20 WIB. Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Lebak kemudian bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan evakuasi.
Petugas SAR di lokasi, Raeza, mengatakan proses evakuasi berlangsung lama karena kondisi dinding sumur yang rapuh dan berisiko kembali longsor. Selain itu, petugas juga menghadapi potensi bahaya gas atau udara beracun di dalam sumur.
“Proses evakuasi ini kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 12 jam setengah. Kami melakukan evakuasi dari sekitar pukul 10.00 WIB hingga akhirnya korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 22.30 WIB,” ujar Raeza.
Menurut dia, petugas harus membongkar material tanah yang menimbun korban secara bertahap. Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dan tertimbun material tanah serta ranting-ranting.
Petugas menggunakan peralatan untuk penanganan ruang terbatas atau confined space serta peralatan evakuasi ketinggian. Setelah korban berhasil dibebaskan dari timbunan, petugas melakukan pengangkatan menggunakan teknik evakuasi yang sesuai.
Setelah berhasil diangkat ke permukaan sekitar pukul 22.30 WIB, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka.
Raeza mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan penggalian sumur. Menurutnya, kondisi struktur tanah dan dinding sumur harus diperiksa terlebih dahulu untuk mengantisipasi pergerakan tanah maupun longsor susulan.
Ia juga mengingatkan agar pekerjaan di dalam sumur tidak dilakukan seorang diri. Kondisi udara di dalam sumur perlu diperiksa karena ruang terbatas berpotensi memiliki kadar oksigen yang tidak aman atau mengandung gas berbahaya.
“Pekerjaan di dalam sumur jangan dilakukan sendiri atau perorangan, tetapi harus melibatkan tim. Selain itu, kondisi udara dan dinding sumur harus diperiksa terlebih dahulu sebelum pekerjaan dilakukan,” katanya.
Apabila terjadi keadaan darurat yang membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan, masyarakat dapat menghubungi call center Basarnas di nomor 115.
Operasi evakuasi melibatkan unsur SAR Banten, USS Lebak, Damkar Lebak, Polsek Malingping, BPBD Lebak, perangkat desa, serta masyarakat setempat. *(RED)



