Wednesday, February 18, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaCilegonUMKM Jadi Penyelamat! Sekda Cilegon Beberkan Strategi Tekan Pengangguran Lewat Inovasi Lokal

UMKM Jadi Penyelamat! Sekda Cilegon Beberkan Strategi Tekan Pengangguran Lewat Inovasi Lokal

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

CILEGON, INST-Media.id – Upaya Pemerintah Kota Cilegon menekan angka pengangguran terus dilakukan melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Maman Mauludin, saat membuka kegiatan Pasca Inkubasi Business Matching Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik yang digelar Dinas Koperasi dan UKM (DinkopUKM) di Ballroom The Royal Krakatau Hotel, Kamis (13/11/2025).

Dalam sambutannya, Maman menyampaikan apresiasi kepada DinkopUKM atas dedikasi dan komitmen dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.
“Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, kami berterima kasih kepada seluruh jajaran DinkopUKM yang telah berupaya membina dan memberdayakan pelaku usaha. Langkah kreatif seperti ini harus terus berlanjut karena menjadi inspirasi bagi masyarakat,” ujar Maman.

Ia menyoroti meningkatnya angka pengangguran di Kota Cilegon tahun 2024–2025, yang didominasi oleh lulusan SMK dan sarjana.
“Dari sekitar 15 ribu penganggur, penyumbang terbesar justru dari lulusan SMK dan sarjana. Kegiatan seperti ini diharapkan bisa jadi solusi dalam membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi daerah,” ungkapnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Lebih lanjut, Maman menekankan pentingnya dukungan lembaga keuangan untuk memperkuat permodalan UMKM.
“Kami dorong BPRS Cilegon Mandiri menjadi mitra strategis pembiayaan bagi pelaku usaha. Pemerintah akan terus hadir menjaga likuiditas dan ekspansi produk agar UMKM bisa bersaing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DinkopUKM Kota Cilegon, Didin S. Maulana, menjelaskan bahwa kegiatan Pasca Inkubasi Business Matching merupakan puncak dari pelatihan yang telah digelar sejak Juni 2025.
“Sebanyak 300 peserta telah dilatih dan kini dikurasi menjadi 50 pelaku usaha terpilih yang siap naik kelas,” katanya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Menurut Didin, sektor kuliner mendominasi program ini. “Mayoritas peserta berasal dari bidang kuliner, mulai dari makanan kering, katering, hingga camilan khas. Ke depan, kami ingin melibatkan lebih banyak perusahaan agar produk lokal Cilegon bisa menembus pasar industri,” tuturnya. *(RED)

Baca juga:  Gerak Cepat! Pemkot Cilegon Eksekusi 16 TPT Rusak Pascabanjir, Perbaikan Dikebut Mulai Februari
- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular