CILEGON, INST-Media.id – Skrining ibu hamil risiko tinggi di Ciwandan dilakukan untuk memastikan ibu dan janin mendapat penanganan sesuai kondisi kesehatan. Sebanyak 30 ibu hamil menjalani pemeriksaan lengkap hingga USG.
Kegiatan tersebut digelar Puskesmas Ciwandan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Cilegon dan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obgin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Stase RSUD Provinsi Banten.
Kepala Puskesmas Ciwandan Arief Dharma Hartana mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk menentukan apakah pasien cukup ditangani di puskesmas atau membutuhkan rujukan.
“Sebanyak 30 ibu hamil resti dilakukan pemeriksaan lengkap hingga USG skrining untuk menentukan apakah perlu ditangani di puskesmas atau rumah sakit setempat hingga dirujuk ke dokter spesialis,” kata Arief, Rabu (30/9/2026).
Pemeriksaan melibatkan enam dokter PPDS FK-UI dengan peralatan medis, termasuk USG 4 dimensi.
Dari hasil pemeriksaan, terdapat dua ibu hamil yang kemudian dirujuk ke dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Arief mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat bagi dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialis.
Sementara itu, konselor yang hadir, dr Novi Triyan Sp.OG, memberikan penyuluhan kepada para ibu hamil.
Menurut Novi, kegiatan skrining seperti ini perlu dilakukan secara rutin dan tidak hanya terbatas di Puskesmas Ciwandan.
“Kegiatan ini harus rutin diadakan, kerjasamanya bukan hanya Puskesmas Ciwandan tapi ke tempat lain juga,” ujarnya.
Skrining tersebut diharapkan membantu tenaga kesehatan menentukan kebutuhan penanganan sejak dini, termasuk apakah pasien dapat ditangani di puskesmas atau perlu dirujuk ke rumah sakit maupun dokter spesialis. *(RED)



