CILEGON, INST-Media.id – TPP ASN Cilegon kini dihitung dengan indikator yang lebih terintegrasi melalui sistem e-presensi. Selain kehadiran, kinerja harian dan capaian target organisasi ikut menjadi bagian dalam menentukan besaran tunjangan.
Kepala BKPSDM Kota Cilegon Joko Purwanto mengatakan, sistem e-presensi telah diintegrasikan dengan Sistem Integrasi Manajemen Disiplin, Kinerja, dan Tunjangan Penghasilan Pegawai (SIMANTAP).
“Iya, jadi yang disampaikan teman-teman itu untuk mengantisipasi motivasi kinerja pegawai kita turun karena lama menunggu mutasi rotasi, ada isu kemungkinan pemangkasan TPP,” kata Joko, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, terdapat tiga indikator utama yang menjadi dasar penilaian, yakni kedisiplinan, laporan kinerja harian individu, serta capaian target kinerja organisasi.
“Jadi ada tiga indikator yang kita nilai, ya disiplinnya, ya kinerjanya, dan seberapa besar dia dapat TPP,” ujarnya.
Melalui sistem tersebut, pemotongan TPP akibat ketidakdisiplinan tercatat secara otomatis. Pegawai juga dapat melihat notifikasi absensi dan rincian pemotongan beserta alasannya.
Uji coba e-presensi telah berlangsung hampir satu bulan dan mencakup mayoritas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lebih dari 9.000 pegawai.
Namun, guru dan tenaga kesehatan belum masuk dalam penerapan tersebut karena memiliki karakteristik serta pengaturan jam kerja yang berbeda.
Joko mengatakan penerapan e-presensi juga diharapkan mengurangi celah kecurangan yang mungkin terjadi dalam sistem absensi sebelumnya.
“Kalau finger tadi masih dimungkinkan orang nitip absen finger-nya ke orang lain,” katanya.
Di sisi lain, sejumlah pegawai sempat mengeluhkan kendala jaringan internet saat melakukan presensi. BKPSDM memastikan jaringan di OPD sebelumnya telah diperiksa. *(RED)



