PANDEGLANG, INST-Media.id – Delapan orang yang hilang di Selat Sunda belum ditemukan hingga hari ketujuh pencarian, Senin (14/9/2026). Setelah evaluasi selama sepekan, operasi SAR resmi diperpanjang tiga hari hingga 17 September 2026.
Delapan orang tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka hilang kontak setelah speedboat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan evaluasi dilakukan dengan menghitung kembali sektor yang telah disisir serta memperhatikan data BMKG/BBMKG, termasuk kemungkinan pergerakan objek.
“Evaluasi ini kita lakukan untuk melihat kembali sektor-sektor yang sudah kita lakukan pencarian maupun yang belum, termasuk memperhitungkan data-data dari BMKG,” ujar Al Amrad.
Menurutnya, pencarian tetap dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Salah satu kendala dalam beberapa hari terakhir adalah kabut yang membuat jarak pandang terbatas.
Penyelaman juga belum dapat dilakukan karena lokasi speedboat belum ditemukan sehingga belum ada titik pasti untuk pencarian bawah laut.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan keputusan memperpanjang operasi turut mempertimbangkan komunikasi dengan keluarga korban.
“Usulan atau permintaan perpanjangan waktu itu salah satu juga datang dari hasil kami berdialog, berdiskusi dengan keluarga,” kata Andra.
Perwakilan keluarga turut hadir dalam pemaparan evaluasi operasi SAR.
Andra meminta dukungan masyarakat agar keluarga tetap mendapat penguatan selama proses pencarian berlangsung.
“Dan lagi-lagi kita memohon doa,” ujarnya. *(RED)



