LEBAK, INST-Media.id – Fenomena ikan melompat ke darat di Pantai Pulomanuk, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten pada akhir Agustus 2024, dapat dijelaskan melalui konsep ilmiah upwelling. Upwelling adalah proses alami di mana air laut dingin dan kaya nutrisi dari kedalaman naik ke permukaan, menggantikan air hangat di atasnya. Proses ini seringkali dipicu oleh angin kencang yang mendorong air permukaan menjauh dari pantai, sehingga air dari dasar laut terdorong ke atas untuk mengisi kekosongan tersebut.
Berikut adalah beberapa faktor penyebab fenomena ikan melompat ke darat:
1. Perubahan Suhu Air Laut
Ketika air dingin yang kaya oksigen naik ke permukaan (upwelling), hal ini meningkatkan aktivitas biologis di sekitar pantai. Nutrisi dari air dingin memicu ikan dan makhluk laut lainnya untuk mendekati permukaan dalam mencari makanan.
2. Penurunan Kadar Oksigen di Air Permukaan
Upwelling dapat menyebabkan perubahan drastis pada kadar oksigen di lapisan permukaan laut. Penurunan kadar oksigen ini mendorong ikan dari lapisan yang lebih dalam untuk naik ke permukaan mencari lingkungan yang lebih nyaman. Jika kadar oksigen tetap rendah di area pantai, ikan mungkin kehilangan arah dan terdampar di darat.
3. Pengaruh Angin dan Arus Laut
Angin kencang dapat menyebabkan arus kuat yang mendorong ikan-ikan kecil mendekati pantai. Dalam beberapa kasus, ikan yang terjebak di perairan dangkal bisa terdesak dan melompat ke darat akibat tekanan lingkungan.
4. Perubahan Ekosistem Laut yang Tiba-tiba
Perubahan ekosistem laut yang cepat akibat upwelling dapat menyebabkan ikan bingung atau stres. Perubahan suhu laut, tekanan air, dan komposisi kimia air mempengaruhi perilaku ikan, yang terkadang melompat keluar dari air.
Sebelumnya, pada malam Jumat, 29 Agustus 2024, ribuan ikan melompat ke darat di Pantai Pulomanuk, Bayah. Kejadian ini mengejutkan warga setempat yang kemudian turun ke pantai untuk mengumpulkan ikan-ikan yang terdampar. Erwin Komara Sukma, Ketua Balawista Kabupaten Lebak, menjelaskan bahwa fenomena ini biasa terjadi menjelang musim hujan.
“Ini fenomena alam biasa yang sering terjadi saat akan memasuki musim penghujan. Perubahan suhu laut menyebabkan ikan naik ke permukaan,” jelas Erwin.
Walaupun fenomena ini umum, Erwin mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lain seperti gempa atau tsunami. “Masyarakat harus tetap waspada, karena meskipun ini fenomena biasa, potensi bencana lain tetap harus diwaspadai,” tambahnya.
Kenah, seorang warga, mengungkapkan bahwa banyak ikan terdampar sejak Jumat malam, dan banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut. “Dapat banyak ikan kecil-kecil, lumayan untuk diambil,” ujarnya.
Warga juga diimbau oleh BPBD untuk berhati-hati mengingat perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan bisa mempengaruhi kondisi alam. “Kami tetap waspada, takut tiba-tiba ada air pasang atau fenomena lain,” kata seorang warga.
Meskipun fenomena ini terlihat dramatis, ia adalah bagian dari siklus alam laut dan sering terjadi di daerah pesisir di berbagai belahan dunia. *(EPL/RED)



