PANDEGLANG, INST-Media.id – Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali mendapat sorotan sebagai salah satu kawasan wisata satwa liar yang menarik perhatian dunia.
Ujung Kulon masuk dalam daftar 10 besar pengalaman wisata satwa liar terbaik dunia. Salah satu daya tarik utamanya adalah kesempatan melihat dan mempelajari kehidupan badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), satwa langka yang hingga kini masih bertahan di kawasan tersebut.
Dalam daftar tersebut, pengalaman menjelajah habitat badak Jawa di Ujung Kulon menempati peringkat kelima dengan skor 85 dari 100.
Keberadaan badak Jawa menjadi alasan kuat Ujung Kulon memiliki nilai penting bagi dunia konservasi. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu habitat alami terakhir bagi satwa bercula satu tersebut.
Selain menjadi rumah bagi badak Jawa, Ujung Kulon juga menawarkan bentang alam yang masih relatif alami, mulai dari hutan tropis, pantai, hingga kawasan pesisir.
Kawasan konservasi ini juga telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Status tersebut semakin memperkuat posisi Ujung Kulon sebagai salah satu kawasan penting untuk menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.
Masuknya Ujung Kulon dalam daftar pengalaman wisata satwa liar dunia menjadi peluang untuk semakin mengenalkan Pandeglang dan Banten kepada wisatawan. Namun, aktivitas wisata tetap perlu dilakukan dengan mengutamakan perlindungan habitat dan kelestarian satwa.
Badak Jawa merupakan salah satu satwa paling langka di dunia. Karena itu, keberadaan Ujung Kulon tidak hanya penting sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai benteng terakhir bagi kelangsungan hidup badak Jawa.
Bagi Indonesia, pengakuan tersebut menjadi pengingat bahwa kekayaan alam di Banten memiliki nilai besar dan perlu dijaga bersama. *(DOD/RED)



