CILEGON, INST-Media.id – Penanggulangan kemiskinan di Kota Cilegon didorong tidak hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga pemberdayaan agar masyarakat mampu mandiri dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus Forum Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Cilegon Tahun 2026 yang digelar Senin (31/8/2026).
Wakil Wali Kota Cilegon sekaligus Ketua TKPKD, Fajar Hadi Prabowo, meminta forum tersebut menjadi ruang kerja bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan generasi muda.
“Hari ini saya ingin menyatukan visi bagaimana kita sama-sama menjadikan forum ini menjadi working hub,” ujar Fajar.
Ia juga meminta perangkat daerah, camat dan lurah mengubah pola penanganan kemiskinan dari sekadar bantuan menjadi pemberdayaan.
“Jangan pernah menganggap masyarakat adalah objek bantuan. Tugas kita adalah melakukan empowerment dan sustainability. Antara bantuan dan pemberdayaan, yang harus diupayakan adalah pemberdayaan,” tegasnya.
Fajar juga menilai mahasiswa dan generasi muda dapat dilibatkan untuk membantu pemerintah melihat kondisi masyarakat secara langsung.
Sementara itu, Kepala BAPPERIDA Kota Cilegon sekaligus Sekretaris TKPKD, Achmad Jubaedi, mengatakan forum tersebut menjadi wadah konsolidasi untuk menyatukan langkah seluruh pihak.
Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan Kota Cilegon pada 2025 tercatat 3,44 persen, turun dari 3,75 persen pada 2024. Angka tersebut menempatkan Cilegon sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di Provinsi Banten.
Meski membaik, pemerintah mengingatkan masih ada warga miskin yang membutuhkan intervensi secara menyeluruh. *(RED)



