DUBAI, INST-Media.id – Idul Fitri di negara-negara Arab dan mayoritas negara Muslim diprediksi jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Hal ini terjadi karena hilal sulit terlihat pada Sabtu, 29 Maret 2025, akibat faktor astronomi dan fenomena gerhana matahari sebagian.
Menurut Pusat Astronomi Internasional yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), hilal tidak bisa diamati, bahkan dengan teknologi canggih seperti kamera CCD. Posisi bulan yang sangat dekat dengan matahari membuatnya sulit terlihat, baik dengan mata telanjang maupun teleskop.
Selain itu, pada siang hari, beberapa negara Arab bagian barat seperti Maroko, Mauritania, Aljazair, dan Tunisia akan mengalami gerhana matahari sebagian. Fenomena ini semakin memperkecil kemungkinan hilal terlihat di langit setelah matahari terbenam.
Astronom Arab Saudi, Bader Al Omaira, juga menjelaskan bahwa bulan akan terbenam sebelum matahari pada Sabtu petang, sementara konjungsi terjadi setelah matahari terbenam. Hal ini berarti mustahil untuk melihat hilal pada hari itu.
Ibrahim Al Jarwan, Kepala Emirates Astronomy Society, menambahkan bahwa bulan sabit baru akan muncul pada Sabtu pukul 14.58 waktu UEA. Namun, karena usia bulan saat matahari terbenam masih terlalu muda, hilal akan sulit diamati. Berdasarkan perhitungan astronomi, di Makkah, bulan hanya akan berada sekitar 2 derajat di atas ufuk, sedangkan di UEA hampir sejajar dengan cakrawala.
Dengan kondisi ini, Ramadan kemungkinan akan digenapkan menjadi 30 hari, dan umat Islam di negara-negara Arab diperkirakan akan merayakan Idul Fitri pada Senin, 31 Maret 2025. *(RED)



