PANDEGLANG, INST-Media.id – Perjuangan memilukan dialami Wiwin, seorang ibu hamil asal Kampung Ciluluk, Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang. Untuk menuju fasilitas kesehatan, ia harus ditandu menyusuri jalan rusak lalu diseberangkan dengan perahu kecil sejauh 3 kilometer pada Kamis (29/5/2025) lalu. Perjalanan yang penuh risiko itu dilakukan demi menyelamatkan nyawa dirinya dan bayinya yang akan lahir.
Kondisi ini kembali membuka luka lama soal buruknya infrastruktur jalan di pelosok Pandeglang. Masyarakat setempat sudah puluhan tahun berharap pada janji perbaikan, namun hingga kini masih harus berjibaku dengan medan yang sulit, terutama saat kondisi darurat seperti melahirkan atau membawa orang sakit.
Alam, suami Wiwin, mengaku hanya bisa berharap ada perhatian nyata dari pemerintah.
“Kami ingin ada jalan yang layak. Supaya istri, anak, warga lainnya tidak lagi harus melewati sungai untuk ke puskesmas. Tolong dengar suara kami,” ungkap Alam saat ditemui di rumahnya, Sabtu (31/5/2025).
Menanggapi viralnya kejadian ini, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Sampai saat ini kami memang belum bisa membenahi seluruh infrastruktur jalan. Tapi kami tidak tinggal diam,” kata Iing.
Ia menjelaskan, semasa menjabat sebagai anggota DPRD pada 2024, sudah dianggarkan Rp107 miliar untuk pembangunan jalan. Namun, setelah ia resmi menjabat sebagai Wakil Bupati bersama Bupati Irna Narulita, muncul Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, yang diikuti dengan Keputusan Menteri Keuangan untuk menarik kembali anggaran tersebut demi kebijakan nasional.
“Kami mohon kepada Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan agar berkenan mengalokasikan kembali anggaran bagi pembangunan jalan di Pandeglang. Ini sangat mendesak,” tegasnya.*(RED)



