SERANG, INST-Media.id – Sekolah geger, massa ngamuk! Ratusan orang gabungan alumni, siswa, dan aktivis mahasiswa turun ke halaman SMA Negeri 4 Kota Serang, Senin (21/7/2025). Mereka membawa spanduk, megafon, dan bahkan membakar ban di depan sekolah. Aksi ini viral di media sosial dengan tagar #SaveSMA4Kotser.
Massa menuntut dua hal: pemecatan permanen guru P3K yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual, serta penghapusan kebijakan “One Day One Thousand” yang dianggap menyusahkan siswa. “Katanya sukarela, tapi kenyataannya ada tekanan,” teriak salah satu orator aksi.
Situasi makin panas saat seorang mahasiswa diduga menjadi korban kekerasan saat dorong-dorongan dengan aparat. Ia mengalami luka di kepala usai dibenturkan ke pintu pagar sekolah.
Bagas Yulianto, koordinator lapangan, menyebut kasus ini sudah terlalu lama dibiarkan. “Pelaku masih bebas, prosesnya lambat, korban tidak diberi ruang bicara. Ini bentuk perlawanan kami!” katanya lantang.
Sementara itu, pihak sekolah akhirnya buka suara. Plt Kepala Sekolah, Nurdiana Salam, menjelaskan bahwa guru terduga pelaku sudah dicopot dari tugas, namun belum bisa dipecat karena statusnya sebagai ASN P3K. “Kami menunggu proses dari BKD dan pihak berwenang,” katanya kepada massa.
Demo ini masih jadi pembicaraan hangat netizen. Banyak yang kecewa dengan penanganan lambat pihak sekolah dan kepolisian. Warganet pun ikut bersuara: “Kalo bukan karena demo, mungkin kasus ini sudah dibungkam.” *(RED)



