Thursday, June 4, 2026
header ads 728x90
HomeHiburanPerang Jawa: Film Epik Angga Dwimas Sasongko Angkat Kisah Pangeran Diponegoro

Perang Jawa: Film Epik Angga Dwimas Sasongko Angkat Kisah Pangeran Diponegoro

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

JAKARTA, INST-Media.id – Angga Dwimas Sasongko, sutradara ternama Indonesia, tengah mempersiapkan proyek film kolosal berjudul Perang Jawa. Film ini akan mengangkat kisah heroik Pangeran Diponegoro dalam melawan kolonialisme Belanda pada masa Perang Jawa (1825–1830). Rencananya, film ini akan mulai diproduksi pada tahun 2027 dan menjadi salah satu proyek terbesar dalam sejarah perfilman Indonesia.

Mengapa Film Perang Jawa Penting?

Perang Jawa adalah salah satu konflik terbesar dalam sejarah kolonialisme di Asia Tenggara, yang berlangsung selama lima tahun dan menewaskan ratusan ribu orang.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Pangeran Diponegoro memimpin perlawanan rakyat Jawa terhadap penjajahan Belanda, dan kisah ini menjadi simbol perjuangan nasional. Hingga kini, kisah tersebut belum pernah difilmkan secara modern dalam skala besar.

Angga mengatakan bahwa proyek ini bukan hanya film sejarah, tapi juga bentuk “pengisahan ulang identitas nasional Indonesia melalui medium budaya pop modern.”

- Advertisement -
space iklan 300x250

Kolaborasi Epik: Visinema, Gita Wirjawan, dan Peter Carey

Film Perang Jawa akan diproduksi oleh Visinema Pictures, rumah produksi yang juga berada di balik film-film sukses seperti Filosofi Kopi dan Mencuri Raden Saleh. Angga akan bertindak sebagai sutradara dan produser utama.

Tak hanya itu, Gita Wirjawan, tokoh publik dan mantan Menteri Perdagangan, juga terlibat sebagai produser eksekutif. Sementara itu, sejarawan dunia asal Inggris, Prof. Peter Carey, akan menjadi penasihat sejarah, memastikan akurasi dan kedalaman naratif film ini.

Proses Produksi dan Penulisan Naskah

Penulisan skenario saat ini sedang digarap oleh Ifan Ismail, penulis kawakan yang dikenal memiliki kepekaan terhadap sejarah dan drama manusia. Menurut Angga, film ini membutuhkan persiapan mendalam secara riset, sinematografi, dan artistik karena skalanya sangat besar.

“Ini bukan sekadar film sejarah. Ini adalah warisan budaya visual untuk generasi masa depan,” kata Angga dalam salah satu wawancara.

Film ini dijadwalkan memasuki tahap produksi pada tahun 2027, bertepatan dengan peringatan 200 tahun akhir Perang Jawa.

Visi Budaya dan Identitas Nasional

Kementerian Kebudayaan Indonesia menyambut baik proyek ini dan menilai film Perang Jawa sebagai salah satu karya penting dalam membangun kesadaran sejarah bangsa.

Menteri Kebudayaan menyebut film ini sebagai momentum untuk “menghidupkan kembali semangat perlawanan dan patriotisme di tengah tantangan zaman modern.”

Film ini juga diharapkan dapat mendobrak batasan film sejarah Indonesia yang selama ini jarang diproduksi dalam skala besar.

Tantangan dan Harapan

Sebagai film kolosal, Perang Jawa akan menghadirkan ribuan pemeran figuran, latar abad ke-19 yang autentik, serta adegan pertempuran besar. Angga mengakui bahwa salah satu tantangan utama adalah menggabungkan akurasi sejarah dengan storytelling yang menggugah secara emosional.

Namun, dengan pengalaman dan tim produksi yang solid, serta kolaborasi multidisipliner, film ini diyakini mampu menjadi tolok ukur baru perfilman sejarah Indonesia.

Nantikan di bioskop pada tahun 2027!

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular