Friday, May 1, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaDuniaPerang Perbatasan! Thailand vs Kamboja: Konflik Kian Memanas, Apa Penyebabnya?

Perang Perbatasan! Thailand vs Kamboja: Konflik Kian Memanas, Apa Penyebabnya?

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

JAKARTA, INST‑Media.id – Ketegangan antara Thailand dan Kamboja telah berubah menjadi konflik bersenjata di sepanjang perbatasan yang diperebutkan, menandai eskalasi besar dalam hubungan dua negara tetangga ini.

Dirangkum dari berbagai sumber, bentrok pertama terjadi pada 28 Mei 2025 di area perbatasan sengketa antara Thailand dan Kamboja, yang menewaskan satu tentara Kamboja. Sejak itu, militer kedua negara memperketat pos, memasang ranjau darat, dan saling tuduh. Pada Juli, tiga prajurit Thailand luka akibat ranjau yang diduga dipasang Kamboja.

Pada 24 Juli, konflik memuncak: Thailand melancarkan serangan udara menggunakan jet F‑16 ke target militer Kamboja. Peristiwa ini terjadi setelah rudal dan tembakan artileri dari Kamboja menewaskan sedikitnya 11 warga sipil Thailand, termasuk seorang anak usia 5 tahun.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Kamboja jelas melanggar Konvensi Jenewa dengan menggunakan artileri untuk menyerang sasaran sipil dan situs arkeologi, termasuk Prasat Ta Muen Thom, rumah sakit Phanom Dong Rak, serta rumah-rumah penduduk,” tegas Winthai, juru bicara militer Thailand dikutip dari Sputnik, Kamis (24/7/2025).

Penyebab Utama Konflik

- Advertisement -
space iklan 300x250

1. Perbatasan yang Tak Jelas

Batas wilayah ditentukan berdasarkan peta kolonial Prancis tahun 1907, yang diperdebatkan oleh Thailand dan telah diperkuat oleh putusan ICJ tahun 1962. Namun Thailand hingga kini menolak yurisdiksi ICJ sepenuhnya.

Baca juga:  Perang Israel vs Iran Memanas! Drone & Rudal Hujani Kota, Dunia Ketar-ketir!

2. Persaingan Nasionalisme dan Identitas Budaya

Kastemerasi kompleks seputar Candi Preah Vihear dan akar sejarah Khmer mendorong sentimen nasionalisme di kedua negara.

3. Sengketa Ekonomi & Lanjutan Retaliasi

Kamboja memboikot impor bahan bakar, buah, dan hiburan dari Thailand. Thailand menutup akses perbatasan serta sistem internet dan listrik bagi warga Kamboja.

4. Krisis Domestik Thailand

PM Paetongtarn Shinawatra disuspend setelah rekaman telepon dengan pemimpin Kamboja, Hun Sen, tersebar luas, menimbulkan protes di dalam negeri dan memperkuat tekanan nasionalis.

Dampak Konflik Saat Ini

Korban Jiwa dan Pengungsi: Sedikitnya 13 warga sipil dan 1 tentara Thailand tewas, banyak lainnya luka dan ribuan warga mengungsi di enam lokasi perbatasan .

Retaliasi Diplomatik: Kedua negara saling memanggil pulang duta besar dan menutup hubungan diplomatik.

Pro-kontra bagi ASEAN: Malaysia dan China mendesak de-eskalasi, sementara ASEAN menghadapi tekanan menjaga prinsip non-intervensi.

Inti Konflik

  • Perseteruan atas peta batas kolonial (1907), bukan hanya candi semata.
  • ICJ telah memenangkan Kamboja dalam sengketa Preah Vihear, tetapi Thailand menolak yurisdiksinya.
  • Kerusuhan ekonomi dan diplomatik terjadi akibat embargo, boikot, serta sanksi timbal balik.
  • Konflik ini mencerminkan ketegangan sejarah, perebutan identitas nasional, dan dinamika politik domestik.

Konflik Thailand–Kamboja saat ini bukan hanya tentang perbedaan batas, tetapi warisan sejarah kolonial, nasionalisme yang memanas, dan pertarungan diplomatik modern. Dialog lewat mekanisme bilateral atau lewat ICJ adalah satu-satunya harapan untuk reda dan menghentikan eskalasi yang bisa meluas lebih jauh. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular