SERANG, INST-Media.id – Pasca dibekukan Badan Gizi Nasional (BGN) akibat kasus keracunan yang menimpa enam siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Serdang, Kramatwatu, Kabupaten Serang mulai melakukan evaluasi besar-besaran terhadap standar keamanan pangan di dapur umumnya.
Sebagai langkah awal, sebanyak 47 karyawan SPPG dilatih untuk mendapatkan sertifikat laik higiene dan sanitasi, sesuai arahan BGN. Pelatihan ini menjadi syarat agar dapur umum SPPG bisa kembali beroperasi dan mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah.
Kepala Yayasan SPPG Serdang, Achmad Jazuli, mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang untuk memberikan pembekalan terkait kebersihan dapur. “Langkah ini kami ambil agar kasus keracunan tidak terulang lagi dan keamanan makanan bagi siswa benar-benar terjamin,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Sebelumnya, dapur umum SPPG Serdang sempat mencatat kasus keracunan makanan yang dialami enam siswa. Padahal, yayasan ini bertanggung jawab memasak sekaligus mendistribusikan 63 ribu paket MBG untuk enam sekolah di wilayah Serang.
Achmad menegaskan dapur umum yang kini dinonaktifkan baru akan kembali dibuka jika seluruh standar keamanan pangan sudah terpenuhi. “Kami pastikan kelengkapan dapur serta sertifikat higiene-sanitasi harus ada lebih dulu sebelum kembali beroperasi,” tambahnya.
Dengan langkah evaluasi ini, pihak yayasan berharap program MBG bisa kembali berjalan aman dan menjadi solusi nyata pemenuhan gizi bagi siswa sekolah di Kabupaten Serang. *(RED)



