SERANG, INST-Media.id – Manajemen RSUD dr. Drajat Prawiranegara membantah tudingan menelantarkan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sempat ramai diberitakan.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh pasien tetap mendapatkan penanganan sesuai prosedur medis, terutama bagi pasien dengan kondisi darurat yang mengancam nyawa.
“Pasien dengan kondisi gawat akan menjadi prioritas utama untuk segera ditangani, terlepas dari ketersediaan tempat tidur,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, Kamis (16/4/2026).
Manajemen mengakui saat kejadian terjadi lonjakan pasien yang menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 90 hingga 95 persen. Kondisi ini membuat ruang perawatan penuh dan berdampak pada keterlambatan pemindahan pasien dari IGD ke ruang rawat inap.
Meski demikian, rumah sakit memastikan tidak ada pasien yang diabaikan tanpa penilaian medis.
Manajemen juga menyatakan tengah melakukan sejumlah langkah perbaikan, mulai dari optimalisasi manajemen tempat tidur secara real-time, penguatan sistem triase, hingga percepatan alur pelayanan di IGD.
Selain itu, koordinasi antar unit juga diperkuat untuk mempercepat ketersediaan ruang rawat, termasuk evaluasi penambahan kapasitas tempat tidur dan sarana prasarana.
Rumah sakit menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjadikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. *(RED)



