Wednesday, May 27, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaCilegonDanrem 064/MY Prioritaskan Pengamanan Wilayah Maritim Jelang Nataru, Dukung Penguatan Budaya Keselamatan...

Danrem 064/MY Prioritaskan Pengamanan Wilayah Maritim Jelang Nataru, Dukung Penguatan Budaya Keselamatan di Merak–Bakauheni

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

CILEGON, INST-Media.id – Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Danrem 064/Maulana Yusuf (MY) Brigjen TNI Edi Saputra, S.I.P., M.Han., menegaskan komitmen jajaran TNI dalam memperkuat pengamanan wilayah darat dan maritim, khususnya di jalur vital Merak–Bakauheni. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Public Audience Kampanye Keselamatan Pelayaran yang digelar Kementerian Perhubungan RI di Hotel The Royal Krakatau, Kota Cilegon, Selasa (19/11).

Kegiatan yang mengumpulkan sekitar 100 peserta dari berbagai instansi ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah penguatan keselamatan pelayaran. Di tengah lonjakan arus penumpang yang kerap terjadi pada puncak libur akhir tahun, kehadiran Danrem 064/MY menjadi penegas bahwa aspek keamanan lintas sektor tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga keselamatan transportasi laut.

Brigjen TNI Edi Saputra menilai bahwa jalur Merak–Bakauheni adalah salah satu titik paling strategis dan paling rawan, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan penuh dari seluruh unsur keamanan. Ia menekankan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan Kemenhub, Pemprov Banten, Polri, KSOP, dan instansi teknis lainnya untuk memastikan semua potensi kerawanan mulai dari cuaca ekstrem, kepadatan penumpang, hingga kerawanan kriminalitas dapat diantisipasi sejak dini.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab sektor maritim. Pengamanan jalur darat, kontrol wilayah, hingga kesiapsiagaan pasukan juga menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk memastikan masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman,” ujar Brigjen Edi Saputra.

Ia menegaskan bahwa Korem 064/Maulana Yusuf telah menyiapkan pola pengamanan terpadu khusus untuk wilayah Cilegon dan Merak, termasuk peningkatan patroli, pengawasan terhadap pusat pergerakan massa, serta koordinasi intensif dengan aparat pelabuhan. Langkah ini menjadi penting mengingat Merak menjadi gerbang utama penghubung Jawa–Sumatera.

- Advertisement -
space iklan 300x250
Baca juga:  Diduga Alami Tindakan Pelecehan Seksual, Siswi SD di Cilegon Trauma Usai Kejadian di Warung

Selain penguatan keamanan, kegiatan yang digelar Kemenhub ini juga membahas pengawasan budaya keselamatan pelayaran. Sejumlah pejabat pusat seperti Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pelayaran, Capt. Hendri Ginting, serta Dirjen Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, turut menekankan bahwa budaya keselamatan harus menjadi kesadaran kolektif semua pihak.

Sebagai bentuk dukungan, Danrem 064/MY juga terlibat dalam penyerahan alat keselamatan dan legalitas pelayaran kepada nelayan, seperti life jacket, life buoy, pas kecil, dan buku pelaut merah. Ia menyatakan bahwa peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir akan berdampak langsung pada stabilitas keamanan maritim di Banten.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai kelancaran dan keselamatan transportasi Merak–Bakauheni serta pemberian penghargaan bagi instansi pelabuhan yang berkontribusi menjaga keselamatan pelayaran. Diskusi publik mengenai mitigasi cuaca, kesiapsiagaan SAR, dan teknologi komunikasi maritim turut memperkuat pondasi koordinasi antarlembaga.

Dengan keterlibatan aktif Danrem 064/Maulana Yusuf, pengamanan jalur strategis Merak–Bakauheni diperkirakan semakin optimal dalam menghadapi puncak arus Nataru 2025. Sinergi TNI, pemerintah, dan stakeholder maritim menjadi kunci untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga sepanjang musim liburan.

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular