Wednesday, June 3, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaNasionalBupati Aceh Tamiang Berang, Kayu Diduga Pemicu Banjir Bandang Diminta Diusut

Bupati Aceh Tamiang Berang, Kayu Diduga Pemicu Banjir Bandang Diminta Diusut

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

ACEH TAMIANG, INST-Media.id – Bupati Aceh Tamiang berang menyikapi banyaknya kayu yang terbawa arus saat banjir bandang dan diduga menjadi salah satu pemicu parahnya bencana di wilayah tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas asal-usul kayu yang ditemukan di lokasi terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Sabtu (13/12/2025).

Permintaan itu disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Armani Fahmi, saat meninjau langsung Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, salah satu wilayah terparah yang terdampak banjir bandang. Dalam peninjauan tersebut, bupati didampingi Dandim serta jajaran Pemerintah Daerah Aceh Tamiang.

Banjir bandang yang terjadi diketahui telah menghancurkan lebih dari 200 rumah warga, memaksa ratusan keluarga mengungsi. Bupati menyebut bencana banjir tahun ini tergolong sangat dahsyat dan membutuhkan penanganan yang menyeluruh, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Saya tidak tahu asal kayu-kayu ini, tapi kita sudah menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian,” ujar Armani Fahmi di lokasi banjir.
“Saya minta ini segera diusut tuntas,” tegasnya.

Menurutnya, penelusuran asal kayu penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan ada kepastian hukum jika ditemukan pelanggaran yang merugikan lingkungan serta masyarakat.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang masih memfokuskan penanganan pada masa tanggap darurat. Bantuan logistik terus disalurkan kepada para pengungsi, sementara pos pengungsian, dapur umum, dan pos kesehatan telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga serta mencegah penyakit pascabanjir.

Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan hunian sementara di lokasi yang lebih aman dan jauh dari bantaran sungai. Hunian tersebut akan digunakan sebelum nantinya direalisasikan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi di 12 kecamatan terdampak, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan BNPB. Ribuan tenda pengungsian, genset, serta perlengkapan pendukung lainnya dipastikan segera dikirim ke Aceh Tamiang. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular