PANDEGLANG, INST-Media.id – Pemanfaatan limbah industri kini menjadi solusi nyata dalam mendorong kemandirian desa. Melalui workshop pengelolaan dan pemanfaatan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) menjadi paving block, Desa Purwaraja dan Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, diarahkan menjadi desa mandiri sekaligus desa siaga yang memiliki ketahanan sosial kuat.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menegaskan bahwa kemandirian desa merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang tangguh terhadap berbagai tantangan, termasuk potensi masuknya paham radikalisme. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Workshop Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif Desa Siaga, Senin (15/12).
Menurut Bupati Dewi, desa yang mandiri secara ekonomi akan lebih siap menghadapi berbagai ancaman sosial. Program pengolahan FABA ini dinilai sebagai langkah strategis karena tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghadirkan peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Workshop ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta PT PLN Indonesia Power. Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun desa siaga. Ia menilai pemanfaatan limbah FABA menjadi paving block sebagai terobosan yang mampu mengubah permasalahan lingkungan menjadi peluang ekonomi bernilai tinggi.
Bahkan, Yandri mendorong agar ke depan pengadaan paving block untuk pembangunan jalan desa yang bersumber dari Dana Desa tahun 2026 wajib memanfaatkan hasil produksi FABA. Kebijakan ini diyakini dapat membentuk ekosistem ekonomi desa dari hulu ke hilir dan memastikan hasil produksi terserap maksimal.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Yandri juga menyatakan kesiapannya membeli hasil produksi paving block FABA dalam jumlah besar untuk kebutuhan pembangunan di lingkungan pesantrennya di Serang.
Sementara itu, Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono menegaskan bahwa program ini sejalan dengan upaya pencegahan terorisme berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui penguatan ekonomi dan kemandirian desa, masyarakat dinilai akan lebih tangguh secara sosial dan ideologis.
Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN Indonesia Power, Bernandus Sudarmanta, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi proyek percontohan pemanfaatan FABA sebagai bahan konstruksi ramah lingkungan. Selain mengurangi limbah industri, program ini diharapkan membuka peluang UMKM baru, meningkatkan kualitas infrastruktur desa, serta memberikan dampak sosial ekonomi yang positif dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat, pengolahan limbah FABA di Pandeglang tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga motor penggerak kemandirian desa dan ketahanan sosial masyarakat.



