PANDEGLANG, INST-Media.id – Sebuah gang di Kampung Kaduheleut, Desa Cening, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, mendadak menjadi sorotan warga setelah akses jalan tersebut ditutup menggunakan pagar kawat berduri sejak dua hari terakhir.
Penutupan gang itu membuat warga kesulitan melintas untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Bahkan, sebagian warga nekat menerobos pagar kawat berduri karena jalan tersebut merupakan akses terdekat menuju permukiman dan area lainnya.
Selain harus melewati kawat berduri yang dinilai berbahaya, warga juga terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak lebih jauh untuk bepergian.
Sejumlah warga mengaku kecewa atas penutupan jalan tersebut. Mereka menilai gang itu selama ini menjadi akses penting yang digunakan masyarakat sejak lama.
Sementara itu, pemilik lahan bernama Herni mengaku pemasangan pagar dilakukan di atas tanah miliknya. Ia mengklaim memiliki dokumen kepemilikan lahan yang sah dan telah memberi tahu warga sebelum penutupan dilakukan.
“Warga sebenarnya sudah diberi tahu sebelum dipagar. Kalau mau lewat bisa menggunakan jalan lain,” ujar Herni.
Menurutnya, jalur tersebut biasanya digunakan para santri menuju area belakang permukiman.
Hingga kini, persoalan penutupan gang tersebut masih menjadi perhatian warga sekitar dan diharapkan ada solusi agar akses masyarakat tidak terganggu. *(RED)



