CILEGON, INST-Media.id – Penanganan banjir Cilegon mulai mendapat langkah konkret. Pemerintah Kota Cilegon meminta kapasitas gorong-gorong di ruas Tol Tangerang-Merak ditingkatkan untuk memperlancar aliran air, khususnya di kawasan Metro Cilegon dan Semendaran.
Permintaan itu disampaikan Wali Kota Cilegon Robinsar setelah meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir. Dari hasil peninjauan, ditemukan penyempitan aliran air pada gorong-gorong yang melintasi ruas tol.
Pengelola Tol Tangerang-Merak melalui Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak kemudian memaparkan hasil kajian hidrologi section Cilegon kepada Robinsar, Kamis (3/9/2026).
Construction & Maintenance Management Planning Analyst Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak, Agus Budiyanto, mengatakan kajian dilakukan setelah banjir dan genangan terjadi di 11 titik.
“Kajian ini dilakukan untuk menindaklanjuti kejadian banjir dan genangan pada 11 titik di Ruas Tol Tangerang-Merak. Fokus kajian meliputi identifikasi penyebab, evaluasi kapasitas sistem drainase dan cross drain, serta usulan penanganan,” ujar Agus.
Sementara itu, Operation Management Department Head Astra Infra, Emon Sukarya, menegaskan penanganan banjir harus melihat kondisi secara menyeluruh.
“Masalah banjir ini adalah masalah antara hulu dan hilir. Karena itu, integrasi terkait penanganan ini harus dilakukan secara komprehensif,” kata Emon.
Perbaikan gorong-gorong direncanakan mulai awal Oktober 2026 dengan estimasi pengerjaan sekitar tiga bulan. Pekerjaan ditargetkan selesai akhir Januari 2027 setelah mempertimbangkan penghentian sementara selama periode Natal dan Tahun Baru.
Robinsar mengapresiasi langkah tersebut.
“Apa yang menjadi ranah tol, nanti dari Astra Infra Toll Road juga akan diselesaikan, dan apa yang menjadi ranah Pemkot, kita juga akan segera menyelesaikan,” tegas Robinsar. *(RED)



