SERANG, INST-Media.id – Abu vulkanik Anak Krakatau mulai menghujani wilayah pesisir Kabupaten Serang, Banten. Debu vulkanik tidak hanya mengotori halaman rumah dan kendaraan, tetapi juga membuat mata warga terasa pedih.
Seorang warga Pasauran, Sanan, mengaku abu vulkanik mulai terasa mengganggu saat dirinya berada di luar rumah, terutama di kawasan pesisir.
“Pedih ke mata. Ini juga masih sakit matanya,” ujar Sanan.
Menurutnya, abu vulkanik mulai mengotori lingkungan rumah sejak malam sebelumnya. Namun, hujan abu yang lebih terasa terjadi pada Minggu.
“Baru kemarin malam, malam Sabtu kotor. Tapi yang paling ini sekarang, banyak debu di depan,” katanya.
Sanan menyebut abu mulai turun sekitar pukul 17.00 WIB. Debu terlihat memenuhi halaman rumah warga.
Sementara itu, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, mengatakan sebaran abu sangat dipengaruhi arah angin.
“Abu ini tergantung dari arah anginnya. Kemungkinan besar anginnya ke timur, jadi terbawa ke pesisir pantai Banten,” kata Deny.
Deny menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan abu vulkanik akan berlangsung. Hingga saat ini, intensitas abu di Pos Pasauran masih tipis.
Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawasan kawah dalam radius 3 kilometer. *(RED)



