CILEGON, iNSTMedia.id – Antrean panjang menuju Pelabuhan Ciwandan mendapat protes keras dari para sopir truk.
Para sopir truk protes karena lamanya antrean menuju Pelabuhan Ciwandan membuat mereka sangat kelelahan.
Ditambah lagi barang bawaan mereka rentan rusak karena lamanya antrean menuju Pelabuhan Ciwandan.
Seperti diketahui, Kemenhub kembali tunjuk Pelabuhan Ciwandan milik PT Pelindo II Banten untuk alternatif penyeberangan menuju Lampung.
Nah, sejak arus mudik Lebaran Idul Fitri 2024 ini dimulai beberapa hari terakhir, kemacetan panjang tengah terjadi akibat tingginya jumlah kendaraan yang menyeberang.
Kondisi antrian kendaraan truk yang terparkir di Jalan Lingkar Selatan, saat memasuki pelabuhan PT Pelindo Ciwandan, sangat padat.
Bahkan panjang antrian mencapai 4 kilometer, ini membuat para sopir truk kelelahan.
Bahkan, ada truk yang harus mengantri hingga hampir satu hari lamanya.
Dayat, salah satu sopir truk, khawatir barang bawaan mereka rusak sebelum sampai ke tujuan di Pulau Sumatera.
Katanya, ini pertama kalinya mereka melintas melalui jalur tersebut dan belum mengetahui adanya penyesakan jalur yang dijadikan buffer zone.
“Ini pertama kalinya saya lewat Pelabuhan Ciwandan, biasanya Pelabuhan Merak,” katanya, Kamis (4/4/2024).
Dengan kondisi seperti ini, Daya mengaku jika dirinya dan sopir lain merasa kelelahan.
“Wah capek lah Mas, nunggu giliran masuk pelabuhan sampai seharian,” keluhnya.

Peningkatan volume kendaraan yang terjadi saat ini memang telah berimbas pada antrean panjang kendaraan di JLS Kota Cilegon.
Antrean truk mengular hingga 4 kilometer dari akses masuk Pelabuhan Ciwandan hingga JLS.
Pihak kepolisian pun akhirnya menerapkan sistem contra flow di salah satu ruas jalan.
Ini dilakukan agar kemacetan panjang menuju Pelabuhan Ciwandan tidak mengganggu aktivitas industri dan warga setempat. (quy/red)



