SERANG, INST-Media.id – Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan penuh menghadapi lonjakan arus penumpang dan kendaraan di lintasan utama Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk. Fokus utama ASDP adalah menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat di puncak mobilitas akhir tahun.
Direktur Operasi & Transformasi ASDP, Rio Lasse, menyampaikan bahwa digitalisasi tiket melalui Ferizy menjadi kunci pengaturan arus sejak keberangkatan, sehingga antrean liar di pelabuhan dapat dicegah. “Manajemen arus dilakukan lebih awal untuk menjaga kelancaran dan keselamatan,” jelasnya.
Di Merak–Bakauheni, ASDP menyiagakan hingga 47 kapal dan memaksimalkan tujuh dermaga serta pelabuhan pendukung seperti BBJ Bojonegara dan Ciwandan. Sementara di Ketapang–Gilimanuk, disiapkan 28–33 kapal, termasuk tambahan dermaga LCM untuk meningkatkan kapasitas kendaraan.
ASDP juga memperkuat delaying system melalui penyanggahan kendaraan di rest area dan jalur arteri untuk mengendalikan kepadatan. Sebagian arus logistik akan dialihkan ke jalur Jangkar–Lembar guna mengurangi tekanan di Bali, sekaligus mengantisipasi cuaca ekstrem di Selat Bali.
Pergerakan masyarakat diproyeksi meningkat lebih dari 4 persen, sehingga koordinasi lintas instansi dan monitoring real-time terus diperketat. Dengan kesiapan tersebut, ASDP optimistis layanan penyeberangan pada Nataru 2026 berjalan aman dan terkendali.



