JAKARTA, INST-Media.id – Banjir kembali melanda wilayah DKI Jakarta setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur ibu kota dan kawasan sekitarnya. Genangan air dilaporkan merendam puluhan Rukun Tetangga (RT) serta sejumlah ruas jalan utama, sehingga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di berbagai wilayah.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir terjadi di sejumlah wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai sekitar 50 sentimeter di beberapa titik rawan.
Daftar Wilayah Jakarta yang Terdampak Banjir
Sejumlah kawasan yang dilaporkan terdampak banjir antara lain:
- Jakarta Timur, meliputi kawasan Duren Sawit, Pondok Bambu, dan sekitar Jalan DI Panjaitan
- Jakarta Selatan, termasuk wilayah permukiman di daerah bantaran sungai
- Jakarta Barat, terutama kawasan padat penduduk dengan sistem drainase terbatas
- Jakarta Utara, yang juga terdampak banjir rob akibat pasang air laut
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi ruas jalan strategis, seperti Jalan Raya Bekasi Timur dan sejumlah akses penghubung antarkawasan, yang menyebabkan kemacetan dan memperlambat mobilitas warga.
Penyebab Banjir Jakarta
BPBD DKI Jakarta menjelaskan bahwa banjir kali ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang turun secara merata di wilayah Jakarta dan daerah penyangga. Intensitas hujan yang tinggi membuat sistem drainase tidak mampu menampung debit air secara optimal.
Selain hujan deras, banjir juga diperparah oleh fenomena rob atau pasang air laut, khususnya di wilayah Jakarta Utara. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air ke laut terhambat, sehingga genangan air bertahan lebih lama.
Faktor geografis Jakarta yang berada di dataran rendah, ditambah dengan meningkatnya intensitas hujan pada puncak musim hujan, menjadikan wilayah ini rentan terhadap banjir setiap tahunnya.
Respons Pemerintah dan Imbauan kepada Warga
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BPBD dan instansi terkait telah menurunkan petugas ke lapangan untuk melakukan pemantauan, penyedotan air, serta membantu warga di lokasi terdampak. Sejumlah pompa air diaktifkan untuk mempercepat surutnya genangan.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan menghindari melintas di jalur yang tergenang. Pengendara juga disarankan mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan di titik-titik banjir.
Pemerintah memastikan akan terus melakukan pembaruan data genangan secara berkala serta menyiapkan langkah mitigasi lanjutan apabila kondisi cuaca ekstrem masih berlanjut.



