PANDEGLANG, INST-Media.id – Dedikasi seorang guru bernama Armani di pelosok Kabupaten Pandeglang, Banten kembali menjadi sorotan. Selama belasan tahun, ia mengabdikan diri sebagai pengajar di SDN Sorongan 2 Kelas Jauh, sebuah sekolah terpencil yang berdiri di tengah permukiman hutan dan kebun warga.
Untuk bisa sampai ke sekolah, Armani harus menempuh perjalanan hingga belasan kilometer dari rumahnya. Jalur yang dilewati pun bukan jalan mulus beraspal, melainkan jalan tanah licin, menanjak, dan melewati dua sungai yang hanya bisa diseberangi dengan berjalan kaki.
“Sudah biasa basah-basahan. Yang penting sampai dan murid tetap belajar,” ujar Armani, Selasa (25/11/2025).
Meski sekolah tersebut minim fasilitas tanpa toilet, tanpa ruangan layak, bahkan beberapa bagian bangunan mulai rapuh, Armani tetap menjalankan tugasnya sebagai pendidik satu-satunya di sekolah itu.
Ia mengaku seluruh perjuangan tersebut dilakukan demi masa depan anak-anak di pelosok Pandeglang yang masih sangat membutuhkan kehadiran guru.
Warga sekitar mengapresiasi keteguhan Guru Armani, yang dianggap sebagai sosok penting bagi anak-anak mereka. “Kalau bukan Pak Armani, ya tidak ada lagi guru yang mau datang jauh-jauh ke sini,” kata seorang warga.
Kisah ini menjadi potret nyata bahwa perjuangan guru di pedalaman masih jauh dari kata nyaman. Dengan segala keterbatasan, Armani tetap bertahan karena yakin pendidikan adalah jalan utama membuka masa depan generasi muda desa terpencil. *(RED)



