LEBAK, INST-Media.id – Petani timun suri di Lebak tetap meraup rezeki selama Ramadan meski hasil panen tahun ini menurun. Buah musiman yang identik sebagai menu berbuka puasa itu justru diburu pedagang karena permintaan masyarakat meningkat tajam.
Di Kampung Cikabayan, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten aktivitas panen terlihat sejak pagi. Salah satunya dilakukan Sarif, petani timun suri yang setiap tahun menanam komoditas ini menjelang bulan puasa.
Sarif mengatakan, selama Ramadan ia bisa memanen 1,5 hingga 2 kuintal per hari, tergantung kondisi tanaman. Hasil panen biasanya langsung dibeli pengepul yang datang ke kebun.
“Alhamdulillah tiap hari ada yang ambil. Harga per buah sekitar Rp10 ribu sampai Rp20 ribu, jadi tetap ada pemasukan walau panen berkurang,” ujar Sarif, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, hampir separuh warga kampung menanam timun suri atau yang dikenal sebagai bonteng puan. Namun, curah hujan tinggi saat masa tanam membuat banyak tanaman membusuk sehingga produksi menurun dibanding tahun lalu.
Meski begitu, timun suri tetap menjadi andalan ekonomi warga saat Ramadan. Para petani berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar hasil panen meningkat dan keuntungan kembali maksimal.
Momentum Ramadan pun membawa berkah tersendiri bagi petani kecil di Lebak, karena permintaan pasar terus stabil bahkan cenderung naik setiap hari. *(RED)



