CILEGON, INST-Media.id – Masalah sampah di Cilegon bakal segera ditangani serius. Pemerintah Kota Cilegon berencana menggandeng investor asal Korea Selatan untuk mengelola sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung.
Langkah ini diambil setelah rencana bantuan dari Bank Dunia senilai Rp100 miliar gagal terealisasi. Kini, Pemkot Cilegon menyiapkan skema baru yang lebih modern: mengubah sampah menjadi energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan kerja sama ini ditargetkan mulai berjalan pada 2026. Nantinya, investor Korea akan membantu proses pemilahan dan pengolahan sampah karena keterbatasan alat dan SDM di TPSA Bagendung.
“Sampah akan diolah jadi bahan bakar energi hijau untuk PLTU Suralaya. Targetnya bisa kelola sampai 170 ton sampah per hari,” ujar Robinsar, Senin (28/7/2025).
Saat ini, TPSA Bagendung baru mampu menghasilkan sekitar 30 ton bahan bakar jumputan padat (BBJP) per hari untuk bantu pasok listrik. Namun kapasitas ini akan ditingkatkan secara bertahap bersama mitra dari Korea.
Pemkot berharap kerja sama ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk masalah sampah di Cilegon sekaligus mendukung energi terbarukan. (RED)



