CILEGON, INST-Media.id – Keselamatan warga menjadi perhatian Pemkot Cilegon di tengah aktivitas industri yang terus berkembang. Pemerintah mendorong perusahaan memperkuat kesiapsiagaan untuk menghadapi risiko bencana akibat kegagalan teknologi.
Sekda Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyampaikan hal tersebut saat membuka Seminar Nasional Antisipasi Bencana Akibat Kegagalan Teknologi di The Royal Krakatau, Selasa (13/10/2026).
Menurut Aziz, pertumbuhan industri harus dibarengi dengan pengelolaan risiko yang baik, terutama karena sejumlah kawasan industri berdekatan dengan permukiman dan fasilitas publik.
“Industri harus tumbuh, ekonomi harus bergerak, tetapi keselamatan manusia tetap menjadi prioritas utama,” tegas Aziz.
Ia meminta perusahaan rutin melakukan simulasi dan latihan penanganan keadaan darurat. Upaya tersebut diperlukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan, mulai dari kerusakan peralatan hingga kesalahan operasional.
“Saya minta industri di kota Cilegon bisa menerapkan rencana penanganan keadaan darurat melalui simulasi dan latihan berkala. Keselamatan harus menjadi budaya yang melekat pada setiap organisasi,” katanya.
Kepala BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengatakan kegagalan teknologi dapat memicu kebakaran, ledakan, kebocoran, pencemaran hingga gangguan rantai pasok.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak tahap perencanaan hingga operasional industri, bukan hanya setelah terjadi insiden.
“Pemerintah, dunia usaha, akademisi, tenaga kerja, masyarakat, dan media memiliki peran yang saling melengkapi dalam pembangunan ketangguhan daerah,” ujar Lutfi. *(RED)



