LEBAK, INST-Media.id – Cuaca ekstrem di perairan selatan Banten membuat ratusan nelayan di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten terpaksa berhenti melaut. Ombak tinggi dan angin kencang di Selat Sunda membuat aktivitas mereka berisiko.
Para nelayan menambatkan perahu di dermaga Binuangeun untuk menghindari kecelakaan. BMKG mencatat tinggi gelombang bisa mencapai 2,9 meter dengan angin hingga 20 knot.
“Kami tidak berani melaut karena ombak sangat tinggi. Kalau dipaksakan bisa bahaya,” kata Madriah, salah satu nelayan setempat, Minggu (9/11/2025).
Kondisi ini berdampak pada pasokan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Kepala Unit TPI Binuangeun, Selamet Guntoro, mengatakan stok ikan menipis karena nelayan belum bisa melaut.
“Saat ini pasokan ikan sangat minim. Kami minta nelayan tetap berhati-hati dan menunggu kondisi laut aman,” ujarnya.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tentang potensi cuaca ekstrem di perairan selatan Banten. Nelayan berharap cuaca cepat membaik agar bisa kembali mencari nafkah.
“Kalau tidak melaut, penghasilan kami hilang. Semoga laut segera tenang,” tambah Madriah. *(RED)



