Wednesday, February 18, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaCilegonDiresmikan Presiden Prabowo, Pabrik Petrokimia LOTTE Chemical Rp60 Triliun Siap Dongkrak...

Diresmikan Presiden Prabowo, Pabrik Petrokimia LOTTE Chemical Rp60 Triliun Siap Dongkrak Ekonomi Banten dan Nasional

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

CILEGON, INST-Media.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pabrik petrokimia terintegrasi milik PT LOTTE Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, pada Rabu (6/11/2025). Proyek raksasa senilai Rp60 triliun ini digadang-gadang menjadi salah satu investasi asing terbesar di Indonesia yang akan memperkuat industri hilir dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Peresmian dihadiri langsung oleh Chairman & CEO LOTTE Group Shin Dong-bin, General Manager LOTTE Chemical Lee Young-joon, serta perwakilan Kedutaan Besar Korea Selatan Park Soo-deok. Turut hadir pula sejumlah pejabat penting, seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto bersama Chairman LOTTE Group Shin Dong-bin saat meresmikan kompleks petrokimia terintegrasi LOTTE Chemical Indonesia di Cilegon, Banten. (Foto: Dok/IST))

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi terhadap proyek besar ini. Ia menilai, kehadiran investasi asing seperti LCI adalah bukti kepercayaan dunia terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
“Saya bangga dan berterima kasih. Kita harus dukung investasi yang membawa manfaat untuk rakyat dan negara,” kata Prabowo.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Sementara itu, Chairman LOTTE Group Shin Dong-bin menjelaskan bahwa proyek ini menjadi simbol kuat kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia.
“Proyek ini merupakan salah satu investasi terbesar Korea di Indonesia. Kami percaya pabrik ini akan memperkuat daya saing industri petrokimia nasional,” ujarnya.

Kompleks petrokimia LCI dibangun di atas lahan seluas 110 hektare dengan kapasitas produksi naphtha cracker sebesar 3 juta ton per tahun. Fasilitas ini mampu menghasilkan berbagai bahan kimia penting seperti etilena, propilena, butadiena, dan BTX (benzena, toluena, xilena). Operasional pabrik ini diharapkan bisa menekan impor bahan baku petrokimia hingga 67% dan memperkuat kemandirian industri nasional.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Selain itu, LCI menggabungkan teknologi rendah karbon dan efisiensi energi tinggi, serta mampu menggunakan hingga 50% LPG sebagai bahan baku utama. Dengan teknologi digitalisasi sistem AIM (Asset Information Management), proses produksi juga lebih aman dan efisien.

Baca juga:  Gerak Cepat! Pemkot Cilegon Eksekusi 16 TPT Rusak Pascabanjir, Perbaikan Dikebut Mulai Februari

Proyek yang mulai beroperasi komersial pada Oktober 2025 ini diperkirakan menciptakan nilai ekonomi hingga USD 2 miliar per tahun serta membuka ribuan lapangan kerja baru di kawasan industri Cilegon dan sekitarnya.

Keberadaan LCI tak hanya menjadi tonggak kemajuan industri petrokimia nasional, tetapi juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar Asia Tenggara. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular