PANDEGLANG, INST-Media.id – Sebuah kendaraan dump truck mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling di Kampung Cileungsir, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Jumat (9/1/2026). Insiden ini kembali menyoroti kondisi jalan rusak dan licin yang kerap memicu kecelakaan di wilayah tersebut.
Dump truck yang mengangkut peralatan awning itu dikemudikan oleh Dede Rizki, warga Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Kecelakaan terjadi saat kendaraan melintasi jalan sempit dengan tikungan tajam. Hujan deras yang mengguyur lokasi membuat permukaan jalan licin akibat campuran lumpur dan bebatuan, sehingga jarak pandang pengemudi terbatas.
“Jalannya sempit dan licin, ditambah hujan deras membuat pandangan kurang maksimal saat berbelok,” ujar Dede Rizki di lokasi kejadian.
Pasca kecelakaan, Danramil 0116/Cikeusik Kodim 0601/Pandeglang bersama Babinsa setempat turun langsung membantu proses evakuasi barang muatan dump truck ke kendaraan lain agar arus lalu lintas kembali lancar.
Danramil 0116/Cikeusik menyebutkan, faktor utama kecelakaan disebabkan kondisi jalan yang rusak, sempit, dan licin. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan infrastruktur, mengingat lokasi tersebut kerap menjadi titik rawan kecelakaan.
“Di tikungan ini sudah beberapa kali terjadi kendaraan terbalik. Kami berharap ada perhatian serius untuk pembangunan jalan,” ujarnya.
Warga setempat, Kartoyo, mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir kecelakaan serupa sudah terjadi dua kali di lokasi yang sama. Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses vital penghubung tiga desa, yakni Desa Nagala, Sukamulya, dan Rancah Seneng.
Selain membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga berdampak pada perekonomian warga, terutama petani saat musim panen. Biaya angkut hasil pertanian meningkat sehingga menurunkan harga jual padi.
“Harapan kami jalan ini segera diperbaiki demi keselamatan dan kelancaran ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun dump truck mengalami kerusakan material cukup parah.



