JAKARTA, INST-Media – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kembali mencuri perhatian. OpenAI resmi memperkenalkan GPT-6 Astra, model terbaru yang tidak hanya mampu memberikan jawaban, tetapi juga menggunakan komputer untuk menjalankan berbagai pekerjaan secara langsung.
Astra dirancang untuk memahami tujuan pengguna kemudian menjalankan sejumlah langkah yang diperlukan. Artinya, pengguna tidak selalu harus memberikan instruksi satu per satu saat mengerjakan sebuah tugas.
OpenAI menyebut Astra sebagai model paling cerdas dan selaras yang mereka kembangkan. Kemampuannya mencakup penggunaan komputer, browsing internet, rekayasa perangkat lunak, sains, keamanan siber hingga berbagai pekerjaan profesional.
Dalam penggunaan sehari-hari, Astra dapat membantu mengisi formulir online, memperbarui data pelanggan dalam sistem CRM, mengatur kalender, melakukan riset internet hingga membuat rangkuman pada email maupun dokumen.
Model ini juga mampu membuat situs web, memeriksa tampilan dan fungsi website, mengolah data, menjalankan perangkat lunak serta membantu menemukan masalah yang muncul pada layar. OpenAI menyebut kemampuan computer-use Astra mampu menyelesaikan tugas dengan waktu lebih singkat dibandingkan GPT-5.6 Sol pada pengujian OSWorld 2.0.
Jensen Huang Sebut AGI Telah Tiba
Kemampuan Astra kemudian memunculkan pernyataan mengejutkan dari CEO Nvidia Jensen Huang.
Huang menyebut “AGI has arrived” setelah peluncuran GPT-6 Astra. Pernyataan tersebut kembali memanaskan perdebatan mengenai apakah perkembangan AI saat ini sudah memasuki era Artificial General Intelligence (AGI).
OpenAI sendiri menunjukkan sejumlah capaian tinggi dalam berbagai pengujian. Astra mencatat 98 persen pada FrontierMath Tier 4, 99,9 persen pada ARC-AGI-3 dan 100 persen pada ExploitBench.
Namun, kemampuan besar itu juga membawa risiko. OpenAI menyatakan Astra menjadi model pertama mereka yang mencapai tingkat Critical dalam kemampuan keamanan siber berdasarkan Preparedness Framework. Karena itu, OpenAI memperkuat sistem keamanan dan pemantauan untuk mengantisipasi penyalahgunaan.
Kehadiran GPT-6 Astra menunjukkan arah baru perkembangan AI. Teknologi ini tidak lagi hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan, tetapi mulai mampu memahami tujuan, menggunakan berbagai perangkat digital dan menyelesaikan pekerjaan secara mandiri. *(DOD/RED)



