Sunday, July 12, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenGunung Anak Krakatau Masih Siaga, Asap Kawah Capai 100 Meter, Wisatawan Diminta...

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Asap Kawah Capai 100 Meter, Wisatawan Diminta Jauhi Radius 3 Km

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

BANTEN, INST-Media.id – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berada pada Level III (Siaga). Berdasarkan laporan terbaru Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau periode Sabtu (11/7/2026) pukul 00.00–06.00 WIB, masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Penyusun laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, menyebutkan secara visual gunung tampak jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna putih hingga kelabu teramati dengan intensitas sedang sampai tebal, mencapai ketinggian 20 hingga 100 meter di atas puncak.

“Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif,” tulis Anggi Nuryo Saputro dalam laporan aktivitas gunung api.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Dari sisi kegempaan, selama enam jam pengamatan tercatat dua kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 15–19 milimeter dan satu gempa tektonik jauh berdurasi 49 detik. Sementara tremor menerus masih terekam dengan amplitudo dominan 2 milimeter.

Meski aktivitas vulkanik masih berlangsung, kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut. Ombak laut juga dilaporkan dalam kondisi tenang.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat tetap mengikuti rekomendasi resmi dan tidak mendekati kawasan berbahaya hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. *(RED)

Baca juga:  Aktivitas Anak Krakatau Masih Tinggi, PVMBG Catat 16 Gempa Vulkanik dalam 6 Jam
- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular