CILEGON, INST-Media.id – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video dua anak koin di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, yang mendapat sanksi dari petugas keamanan. Dalam video yang viral itu, keduanya tampak diminta berguling di atas jembatan besi yang panas di bawah terik matahari.
Aksi tersebut langsung menuai sorotan publik. Banyak warganet menilai tindakan petugas dinilai terlalu keras dan tidak manusiawi, terlebih anak koin dikenal berjuang mencari nafkah dengan risiko tinggi demi memenuhi kebutuhan hidup.
Salah seorang anak koin bernama Rohiman mengaku hanya ingin mencari rezeki halal. “Saya cuma cari uang buat makan. Nggak ada kerjaan lain,” ujarnya lirih.
Menanggapi video viral tersebut, pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak memberikan klarifikasi. General Manager ASDP Merak, Syamsudin, menegaskan bahwa kejadian itu merupakan bentuk pembinaan, bukan hukuman seperti yang ramai diberitakan.
“Kejadian anak koin yang viral itu sebenarnya bagian dari pembinaan. Tapi ke depan kami akan lakukan dengan cara berbeda agar lebih baik lagi,” kata Syamsudin, Senin (27/10/2025).
Ia menjelaskan, keberadaan anak koin di area pelabuhan berisiko tinggi terhadap keselamatan. Karena itu, ASDP berharap masyarakat tidak lagi melempar koin kepada mereka.
“Kami mohon dukungan agar masyarakat tidak lagi memberikan uang atau koin kepada anak-anak koin. Ini demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Namun, saat dikonfirmasi langsung ke lokasi, petugas humas Pelabuhan Merak enggan memberikan tanggapan lebih lanjut terkait kejadian yang tengah ramai di dunia maya tersebut.
Peristiwa ini pun memicu perdebatan publik tentang batas antara tindakan disiplin dan perlakuan tidak pantas terhadap masyarakat kecil yang berjuang di tengah kerasnya kehidupan. *(RED)



